Dalil Istishab, Kehujjahan Dan Pengaruhnya Terhadap Hukum- Hukum Fikih

Main Article Content

Ali Mahfud

Abstract

Jumhur Ulama dari kalangan Malikiyah, Syafi’iyyah, Hanabilah, berpendapat bahwa istishab bisa dijadikan hujjah secara mutlak untuk menetapkan hukum yang sudah ada, selama belum ada dalil yang mengubahnya. Alasan mereka adalah, suatu yang telah ditetapkan di masa lalu, selama tidak ada dalil yang merubahnya; baik secara qath’i maupun zhanni, mestinya hukum yang telah ditetapkan itu berlaku seterusnya, karena diduga kuat belum ada perubahan. Dalil Istishab secara faktual telah diaplikasikan oleh ulama dalam banyak produk hukum fiqih. Di antara permasalahan yang dihukumi oleh ulama dengan dalil istishab adalah kasus orang yang hilang, yang tidak diketahui apakah masih hidup atau sudah wafat. Kasus status hukum tayamumnya orang yang melihat air saat menunaikan shalat. Kasus benda najis yang keluar dari selain dua lobang (dubur dan kemaluan), dan masih banyak yang lain.

Article Details

Section
Articles