Penetapan Awal Bulan Qamariyah Berdasarkan Wihdat Al-Mathali Dan Ikhtilaf Al-Mathali

Main Article Content

Abdul Kadir Abu

Abstract

Persfektif Ulama yang beragam dalam menyikapi persoalan seputar perbedaan sudut pandang terkait Wihdatul Math?lî’ dan Ikhtil?f al-Math?li’ adalah masalah klasik yang sering kali muncul kepermukaan setiap menjelang umat Islam memulai bulan hijriyah baru, terutama  saat masuknya bulan Ramadhan dan akhir Ramadhan, hal itu terjadi karena terkait dengan penetapan awal dan akhir Ramadhan.


Dalam membahas persoalan tersebut di atas, penelitian ini disusun dengan menginventalisir pendapat-pendapat ulama berikut dalil dan argument masing-masing. Kemudian setelah itu dilakukan komparasi diantara pendapat-pendapat tersebut dengan mengakaji dan mencoba menganalisa setiap dalil maupun argumen yang dikemukakan (munâqasyah al-adillah) dan coba diolah secara kritis dan mendalam.


Terkait dengan math?li’ dalam persfektif fikih dapat dilihat dari dua sisi : pertama, tidak ada ikhtil?f al-Math?lî’ yang ada hanya Wihdat al-Math?li’ artinya jika hilal terlihat di suatu negara, semua negara harus mengikuti negeri tersebut. Kedua, mengakui adanya Ikhtilaf al-Mathali’, sehingga tidak mesti orang-orang dari negara yang melihat hilal tidak harus mengikuti wilayah lain, kecuali kedua negeri wilayahnya saling berdekatan dan ditentukan berdasarkan tempat terbitnya matahari dan bulan.


Selanjutnya adanya persfektif Wihdatul Math?lî’ dan Ikhtil?f al-Math?li’ dalam menetapkan awal bulan Qamariyah, adalah termasuk salah satu persoalan dalam bidang ijtihad yang memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat di dalamnya. karena bukti atau dalil yang ada pada satu pendapat dan juga pendapat yang lainnya tidak rajih terhadap salah satu dari dua pendapat tersebut. Namun Demikian, lebih dimungkinkan untuk membuka ruang tentang adanya ketetapan berdasarkan ikhtil?f al-Math?lî’ berdasarkan analisa-analisa yang telah dikemukakan

Article Details

Section
Articles