Fiqh Journal of Madzahib https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib <p>Jurnal Madzahib</p> en-US admin@stisalmanar.ac.id (Admin Jurnal) admin@stisalmanar.ac.id (Admin) Thu, 20 May 2021 11:50:03 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pelaksanaan Syari'at Islam Secara Praktis (Furuiyyah) Bagi Non Muslim https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/33 <p>Islam menjadi standar baik buruk, benar salah, halal haram dan diterima atau tidaknya sebuah pengabdian. Hal ini tentu sudah mafhum, bahkan menjadi konsensus bersama kalangan ahli hukum dalam dunia intelektual Islam dari dulu hingga sekarang. Adapun bahwa non muslim termasuk audiens yang dipastikan masuk dalam kategori dan seruan syari'at yang bersifat mendasar. Secara sanksi akibat pelanggaran terhadap larangan dalam Islam seperti hudud qishas, dll, kalangan ahli hukum Islam telah bersepakat bahwa non muslim pun diharuskan taat dan patuh kepada seruan praktis syari'at semacam itu. Masalah pembebanan kewajiban syari'at secara praktis terhadap non muslim adalah merupakan perwujudan nyata dari persoalan prinsipil dalam hukum Islam.</p> Idrus Abidin Copyright (c) 2021 Fiqh Journal of Madzahib https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/33 Thu, 20 May 2021 00:00:00 +0000 Diskursus Standar Kemiskinan Dalam Persepektif Fikih https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/36 <p>Standar Kemiskinan Perspektif Fikih.</p> Hariyanto Copyright (c) 2021 Fiqh Journal of Madzahib https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/36 Thu, 20 May 2021 00:00:00 +0000 Penetapan Awal Bulan Qamariyah Berdasarkan Wihdat Al-Mathali Dan Ikhtilaf Al-Mathali https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/34 <p>Persfektif Ulama yang beragam dalam menyikapi persoalan seputar perbedaan sudut pandang terkait <em>Wi<u>h</u>datul Math?lî’ </em>dan <em>Ikhtil?f al-Math?li’ </em>adalah masalah klasik yang sering kali muncul kepermukaan setiap menjelang umat Islam memulai bulan hijriyah baru, terutama&nbsp; saat masuknya bulan Ramadhan dan akhir Ramadhan, hal itu terjadi karena terkait dengan penetapan awal dan akhir Ramadhan.</p> <p>Dalam membahas persoalan tersebut di atas, penelitian ini disusun dengan menginventalisir pendapat-pendapat ulama berikut dalil dan argument masing-masing. Kemudian setelah itu dilakukan komparasi diantara pendapat-pendapat tersebut dengan mengakaji dan mencoba menganalisa setiap dalil maupun argumen yang dikemukakan (<em>munâqasyah al-adillah</em>) dan coba diolah secara kritis dan mendalam.</p> <p>Terkait dengan <em>math?li’ </em>dalam persfektif fikih dapat dilihat dari dua sisi : <em>pertama, </em>tidak ada <em>ikhtil?f al-Math?lî’ </em>yang ada hanya <em>Wihdat al-Math?li’ </em>artinya jika hilal terlihat di suatu negara, semua negara harus mengikuti negeri tersebut. <em>Kedua, </em>mengakui adanya <em>Ikhtilaf al-Mathali’</em>, sehingga tidak mesti orang-orang dari negara yang melihat hilal tidak harus mengikuti wilayah lain, kecuali kedua negeri wilayahnya saling berdekatan dan ditentukan berdasarkan tempat terbitnya matahari dan bulan.</p> <p>Selanjutnya adanya persfektif <em>Wi<u>h</u>datul Math?lî’ </em>dan <em>Ikhtil?f al-Math?li’ </em>dalam menetapkan awal bulan Qamariyah, adalah termasuk salah satu persoalan dalam bidang ijtihad yang memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat di dalamnya. karena bukti atau dalil yang ada pada satu pendapat dan juga pendapat yang lainnya tidak rajih terhadap salah satu dari dua pendapat tersebut. Namun Demikian, lebih dimungkinkan untuk membuka ruang tentang adanya ketetapan berdasarkan <em>ikhtil?f al-Math?lî’ </em>berdasarkan analisa-analisa yang telah dikemukakan</p> Abdul Kadir Abu Copyright (c) 2021 Fiqh Journal of Madzahib https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/34 Thu, 20 May 2021 00:00:00 +0000 Bahaya Riba Dalam Ekonomi Dan Sosial https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/37 <p><em>Kajian ini merupakan literature Review dari jurnal dan buku yang membahas tentang bahaya riba, dampak riba, fenomena–fenomena bahaya riba dalam ekonomi dan sosial dan solusi Islam atas persoalan riba.</em></p> Munir Copyright (c) 2021 Fiqh Journal of Madzahib https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/37 Thu, 20 May 2021 00:00:00 +0000 Konsep Fatwa Dalam Perspektif Hukum Islam (Analisis Normatif) https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/35 <p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi dunia Islam yang senantiasa membutuhkan tokoh yang memiliki kualifikasi keilmuan yang mapan. Sehingga diharapkan mampu mendialogkan antara teks-teks syari’at yang bersifat normatif dengan realitas (waqi’) masyarakat muslim yang senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan. Dengan demikian, di saat kaum muslimin berharap tetap senantiasa kokoh dalam beragama, juga tetap bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada di sekitarnya. Terutama hal-hal yang terkait dengan modernitas (sains dan tekhnologi) yang tentunya sedikit banyak mempengaruhi orientasi kehidupan masyarakat secara umum. Sedang rumusan masalah yang menjadi landasan peneliatian ini adalah : pertama, bagaimana sebenarnya hakikat fatwa secara normatif. Kedua, bagaimana kriteria seorang mufti berdasarkan pengarahan Islam dan ketiga, bagaimana ketentuan orang-oang yang meminta fatwa serta hal-hal yang terkait dengan isi fatwa yang diberikan oleh seorang alim ulama.</em></p> Ahmad Tarmudli Copyright (c) 2021 Fiqh Journal of Madzahib https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/35 Thu, 20 May 2021 00:00:00 +0000 Dalil Istishab, Kehujjahan Dan Pengaruhnya Terhadap Hukum- Hukum Fikih https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/38 <p><em>Jumhur Ulama dari kalangan Malikiyah, Syafi’iyyah, Hanabilah, berpendapat bahwa istishab bisa dijadikan hujjah secara mutlak untuk menetapkan hukum yang sudah ada, selama belum ada dalil yang mengubahnya. Alasan mereka adalah, suatu yang telah ditetapkan di masa lalu, selama tidak ada dalil yang merubahnya; baik secara qath’i maupun zhanni, mestinya hukum yang telah ditetapkan itu berlaku seterusnya, karena diduga kuat belum ada perubahan. Dalil Istishab secara faktual telah diaplikasikan oleh ulama dalam banyak produk hukum fiqih. Di antara permasalahan yang dihukumi oleh ulama dengan dalil istishab adalah kasus orang yang hilang, yang tidak diketahui apakah masih hidup atau sudah wafat. Kasus status hukum tayamumnya orang yang melihat air saat menunaikan shalat. Kasus benda najis yang keluar dari selain dua lobang (dubur dan kemaluan), dan masih banyak yang lain.</em></p> Ali Mahfud Copyright (c) 2021 Fiqh Journal of Madzahib https://jurnal.stisalmanar.ac.id/index.php/madzahib/article/view/38 Thu, 20 May 2021 00:00:00 +0000